🏢 Profil Perusahaan
- Nama: PT Central Proteina Prima Tbk (CPRO)
- Didirikan: 30 April 1980
- Kantor Pusat: Jakarta, Indonesia
- Sektor: Process Industries
- Industri: Agricultural Commodities/Milling
- CEO: Hendri Laiman
- IPO: 18 November 2006 di Bursa Efek Indonesia
- Website:
Kegiatan Usaha:
CPRO bergerak di bidang industri, peternakan, perdagangan, hatchery, produksi dan distribusi pakan, benih ikan/udang, serta makanan hewan peliharaan. Perusahaan memiliki tiga segmen utama:
- Feeds (pakan)
- Food Products (produk makanan berbasis hasil laut)
- Others (benih, probiotik, dll.)
📦 Produk dan Portofolio
- Pakan udang dan ikan – produk utama yang menopang pendapatan.
- Benih udang dan ikan – melalui hatchery modern.
- Produk makanan laut olahan – untuk pasar domestik dan ekspor.
- Pet food – makanan hewan peliharaan.
- Probiotik – untuk mendukung budidaya perikanan berkelanjutan.
🔑 Aksi Korporasi
Beberapa langkah korporasi yang dilakukan CPRO:
- Restrukturisasi bisnis untuk memperkuat segmen pakan dan hatchery.
- Ekspansi hatchery di berbagai wilayah Indonesia untuk meningkatkan kapasitas produksi benih.
- Diversifikasi produk dengan masuk ke segmen makanan hewan peliharaan.
- Penguatan ekspor produk hasil laut olahan ke pasar internasional.
📊 Kinerja Keuangan (data terbaru di TradingView)
- Harga saham: Rp61 per lembar (per 15 Des 2025)
- Market cap: Rp3,63 triliun
- EPS: Rp7
- PER (TTM): 9
- Pendapatan FY: Rp9,28 triliun
- Laba bersih FY: Rp319,98 miliar
- Beta (1Y): 0,27 (volatilitas rendah)
📈 Prediksi Perubahan Harga Saham
- Performa historis:
- YTD: +22%
- 1 tahun: +22%
- 5 tahun: +22%
- All time: −63%
- Sentimen positif:
- Fundamental cukup solid dengan laba bersih Rp319,98 miliar.
- PER relatif rendah (9x), menunjukkan valuasi masih murah.
- Ekspansi hatchery dan diversifikasi produk bisa menjadi katalis pertumbuhan.
- Sentimen negatif:
- Saham masih jauh di bawah harga historis (turun 63% dari level tertinggi).
- Likuiditas perdagangan relatif rendah.
Prediksi: Dalam jangka pendek, saham CPRO cenderung bergerak di kisaran Rp55–65. Jika ekspansi hatchery dan diversifikasi produk berhasil meningkatkan margin laba, ada peluang harga menembus Rp70–75 dalam 6–12 bulan ke depan.

Komentar
Posting Komentar